RR ROY – Touring Dendam Kesoemat ke Dieng

PROLOG…….
Mengapa dendam kesoemat???
Ceritanya begini, pada 3 sd 8 April 2011 yang lalu sebenarnya saya bawa motor ke Solo karena ada aktivitas yang harus dilakukan, dan direncanakan akan langsung berkunjung ke Dataran tinggi Dieng. Namun rencana itu tidak jadi dilaksanakan karena jum’at malam tanggal 8 April saya sudah ditunggu rekan di Bandung. So dendam itu baru terbalaskan saat ada libur 3 hari (22, 23 dan 24 April 2011). Mohon maklum jika catatan ini terbagi dalam dua fase…

FASE PERTAMA…
Sabtu, 2 April 2011
Ada undangan dari JAR Tajur kepada Prides Bogor untuk test ride pada malam minggu jam setengah delapan 2 April 2011. Saya dan beberapa teman Prides bergabung untuk Test ride P220 dan juga sudah mereview hasilnya.

Really, itoe PZzo memang Manztab… Pada akhir acara sekitar jam setengah sebelasan kami rolling bareng dengan pengguna Pulsar lain dari Pulsarian, PMP (Pulsar maung pajajaran) dan Combat mengiringi P220 tentunya. Prides memisahkan diri di Jambu Dua sebelah Jambu Tiga.. Aku pun langsung pulang untuk packing persiapan keberangkatan ke Solo. Jam 12 malam Packing selesai dan berniat untuk tidur dulu menunggu dini hari.

Minggu, 3 April 2011
Ternyata di TV ada acara Sepakbola antara Arsenal melawan Blackburn Rover yang berkesudahan 0 – 0. Kyaaa.. Niat mau tidur jadi ngga jadi dan waktupun sudah menunjukkan pukul satu lebih. Buka2 Poll sebentaran dan liat informasi kalau Chapter Cherbon akan ngumpul pagi hari jam enam an di Beres Tuparev untuk touring ke Setu Sangiang. Itung waktu, kayaknya sempet muncul disana nih. Segera makan dan manasin kendaraan. Jam 2 kurang Eltoro mulai membelah dinginnya udara malam melalui Citeureup, Bekasi, Karawang dst menuju Cirebon. Udara malam cukup bersahabat dan tidak ujan. Itoe yang penting. Xixixii…..

Di daerah Subang berhenti sebentar sekitar jam empat kurang untuk beli minum dan merokok. Ternyata ditempat para tukang ojek disediakan TV yang sedang menayangkan pertandingan antara AC Milan vs Inter Milan. Nonton bola dulu deh, dan skor akhir Inter dibabat 3 – 0. Ckckckck…. Kelar Bola ngebut lagi sampe Cirebon..

Setibanya di Cherbon waktu menunjukkan jam enam seperempat dan baru ada satu motor disana yaitu motor Mas Agus. Motornya sih ada lalu kemana orangnya yaa??, lihat sekitaran dan coba cari diwarung makan. Xixixixi………. Ternyata lagi pesen mie pake telor. Tak menunggu lama, akupun pesen menu yang sama, dibayari mas Agus pula. Thanks yaa. Tak lama kemudian, bermunculan rekan rekan chapter Cherbon yang lain. Kamipun berkenalan… Wahhh, ternyata rekan rekan Cherbon dah banyak lhooo, ganteng ganteng dan cantik cantik pula… manztaab……..

Setelah lama menunggu seorang anggota lagi, akhirnya merekapun berangkat sekitar jam setengah delapanan menuju Situ Sangiang. Aku ikut sama rombongan besar untuk kemudian berpisah di tikungan menuju wilayah Jawa Tengah. CU Babay….

Riding lagi memintas wilayah pantura jateng. Kali ini menuju target kedua yaitu Toko Aneka di Juwana tempatnya Don BM. Istirahat pertama saat memasuki wilayah Pemalang. Setelah merokok dua batang dan ngejunk di poll berangkat lagi. Jam sepuluh lebih tiba diwilayah Batang, perut terasa mulai lapar. Sambil riding mencari lokasi makan yang manztaab. Hingga akhirnya disebelah kananku ada restoran dengan papan reklame bertuliskan Sate Empuk Hj Mar’ati di Jl. Raya Sengon no 17 Kec. Subah, Kab . Batang, Jawa Tengah. Dibawahnya tertulis juara sate se-Indonesia. Hmmm… aku lewati saja.. Namun setelah sekitar sepuluh kilometeran koq terfikir, sayang juga yaa kalau ngga ngerasain itu sate, ya sudah balik lagi aja…

Sampe sana suasana sepi dan belum ada pengunjung karena memang masih belum waktunya makan siang. Pesen Sate 10 tusuk dan sop kikil, Yummy……. Emang empuk satenya dan disajikan dengan hot plate pula… Puas makan lalu merokok sambil ngejunk xixixixi…….. lumayan lama disini sampe para pengunjung banyak berdatangan untuk makan siang…

Kelar makan aku jalan lagi melintasi kota Kendal, Semarang, Demak, Kudus dan Pati sampai akhirnya tiba di Juwana sekitar Jam dua kurang. Di toko ternyata ngga ada Don BM, dan dia lagi di rumah. Sambil menunggu don BM datang yaa ngejunk lageeee……… Wakakakak. Akhirnya diapun datang membawa CBR 250nya…….

Akhirnya Eltoro bisa chit chat kembali dengan Blacmax edisi keduanya…
Soenggoeh Manztab brur…

Pinjem yaaa………….

Setelah cerita ngalor ngidul akhirnya jam 3 kurang Don BM ngajak makan gurame bakar. Wahhh aku belum terlalu lapar padahal, tapi kalau gurame mana bisa nolak… xixixixi………. Thanks ya Don. Kelar makan kita kembali ketoko dan akupun bersiap menuju Kota Solo melalui Purwodadi . Persiapan udah beres dan akupun pamitan sama juragan Juwana dan istrinya kembali lagi menuju Kota Pati dan mengambil jalan pintas menuju Purwodadi. Dalam perjalanan ke Pati sempet toett toett dengan rombongan Byson yang juga mengarah ke Pati.

Plang Purwodadi sudah terlihat dan akupun berbelok kearah Purwodadi.. belum terlalu jauh dari pertigaan, hujan turun deras sekali… segera menepi dan pakai perlengkapan wet riding. Lanjut lagi ditengah hujan deras. Jarak pandang menjadi terbatas sekali, dan dijalan ini banyak sekali lubang yang tergenang air, sehingga perlu ekstra waspada saat melintas.

Belum sampai di Purwodadi terlihat antrian panjang kendaraan yang terparkir dijalan. Wahhh ada apa nih?? Perlahan aku maju hingga ke barisan terdepan, dan ternyata jalan itu tertutup oleh air setinggi pinggang orang dewasa dan tak ada satupun kendaraan yang bisa melaluinya. Beberapa motor tampak mencoba menantang banjir namun ketika sampai ditempat terdalam (ditengah) mengalami mati mesin dan terpaksa didorong untuk melintasinya.

Dalam hati aku ingin mencoba ketangguhan eltoro untuk menerjang banjir itu namun sideboxku penuh dengan baju resmi persiapan selama 5 hari. Haduuuh, terpaksa aku urungkan niat untuk melalui jalan itu karena side box pasti kerendam jikasampai di tengah. Tunggu sebentar dan ternyata hujan malah bertambah deras. Tanya2 penduduk setempat apakah ada jalan alternative lain sampe kejalan berikutnya dan memang ada hanya saja lumayan jauh dari posisi yang ada sekarang. Ada juga jalan yang bisa ditempuh oleh motor melalui pematang sawah dan tembus di jalan desa yang juga bisa keluar di kalan seberangnya. Akhirnya aku memilih alternative melalui pematang dan sukses tiba di jalan desa.

Ternyata di jalan desa itupun penuh dengan kendaraan yang sudah memutar jauh. Karena jalannya kecil dan dikiri kanan banyak terdapat bahan material milik penduduk setempat. So kondisinya stuck karena tidak ada yang mau mengalah… ckckckck……. Perlahan lahan dengan dipandu penduduk setempat, akhirnya jalan tersebut dapat dilalui juga dengan membuka tutup secara bergantian… fiuhhh………

Setelah melalui jalan itu tiba kembali di jalur utama dan antrian juga sangat panjang dari kendaraan arah sebaliknya menunggu genangan air surut. Beberapa kendaraan tampak memutar balik. Dalam kondisi basah karena hujan aku teruskan perjalanan menuju Solo. Jalanan lumayan rusak sampe diwilayah Gemolong. Disini aku coba menghubungi Damar dan Bondan untuk informasi keberadaanku. Ternyata mereka sedang di Borobudur mengawal rombonggan PZZO yang sedang di Jogja. Lanjut lagi sampai ke Kota Solo dan langsung Check in di Hotel Sunan dengan kondisi basah kuyup. Selesai sudah perjalanan hari ini. Xixixixi………..

Senin, 4 April 2011
Acaraku di Solo sudah dimulai pagi hari. Namun aku sudah pesan sama Damar, kalau Ride With Pride tiba di Solo agar aku dikhabari. Jam sebelas kurang ada SMS dari Damar menginformasikan kalau rombongan sudah tiba di Solo. Aku cek jadual acara hari ini dan tampaknya aku bisa mindik mindik karena lebih banyak ke seremonial. OK lah, aku coba keluar. Saat diparkiran ada lagi SMS dari Damar yang mau jemput aku di Hotel. Awalnya aku iyakan, namun saat akan menyalakan motor aku kelimpungan mencari dimana kunciku berada….

Walaaahhh……..
Segera aku khabari Damar agar meneruskan saja perjalanannya tanpa ketempat aku terlebih dulu. Aku mengecek kekamar untuk mencari kunci motor dan ternyata memang terjatuh dilantai. Weewww… Selamat…. selamat.. SMS Damar lagi untuk minta informasi keberadaan rombongan. Namun sms balasan tidak kunjung datang. Ya sudah, cari aja sendiri muter muterin Solo, wkwwkwk.. Akhirnya di depan Stadion Sriwedari Solo terlihat banyak Pulsar yang sedang parkir. Tampak beberapa rekan Solo dan juga rombongan Ride With Pride sedang beristirahat. Segera kuhampiri dan jabat tangan dengan para pemain Filmnya …. Xixixixi………

Setelah cas cus sebentar akhirnya rombongan berangkat mencari tempat makan aku ikut dalam rombongan tersebut….

Mari makan……….

Kelar makan rombongan segera berjalan kembali beriringan dikawal 3 mobil melalui wilayah Kasunanan Surakarta dan Karang Anyar menuju Tawang Mangu. Di Karang Anyar sempat beberapa kali berhenti untuk mengambil beberapa adegan dalam perjalanan.

Tawang Mangu sungguh manztab, kelokan jalan dan tanjakannya sungguh menyenangkan. Ditambah dengan cuaca yang berkabut tebal saat itu…. Rombongan kembali berhenti, dan beristirahat. Saya, Mas Danang Solo dan Dadang Subang bisik bisik sejenak untuk mendahului rombongan terlebih dahulu. Kamipun berangkat duluan keatas. Xixixixi……..

Perbatasan Jawa Timurpun kami lalui dan berhenti di gerbang pintu masuk Cemoro Sewu. Tampak banyak rombongan Pulsar dari wilayah Magetan dan Madiun yang memang sedang menanti dan menjemput kedatangan rombongan Ride With Pride. Kamipun berjabat tangan dan berkenalan dengan mereka. Woow rame sekali deh pokoknya…

Saat sedang asyik beristirahat tampak Welex diguyur tepung oleh rekan rekan dari Solo wkwkwkwk… Buka baju dan mandi deh diudara sedingin itu… Tak lama pengarah acara mengumumkan waktunya diadakan game persahabatan. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih, dan aku fikir ngga terlalu pengen mengikuti acara game tersebut. Mindik mindik jalan pulang kembali ke Solo aja deh… dan sukses…

Hari berikutnya banyak kegiatan sehingga hanya bisa ikutan kopdar malamnya di depan stadion Manahan malamnya saja, dan bertemu dengan para pengguna pulsar di Solo…

Jum’at, 8 April 2011
Akhirnya acarapun selesai jam sebelas siang. Aku segera berkemas untuk segera kembali ke Bogor. Awalnya ingin melanjutkan perjalanan ke Dieng, namun apa daya ada keperluan mendadak yang harus aku datangi di Bandung. Terpaksa acara ke Dieng aku batalkan. Sebelum pulang aku cari dulu lokasi bengkelnya Damar untuk pamitan pulang. Sampe di tokonya Damar tampak Damar sedang benerin kendaraan yang di Bengkel. Tidak berlama lama di situ akupun pamit pulang… Thanks yaa semuanya…

Sekitar jam satuan Eltoro segera aku pacu menuju barat guna menemui seorang rekan yang menunggu di Bandung. Kali ini aku mencoba lintas selatan agar segera sampai di tujuan melaui Jogjakarta, wates, Kutoarjo, Kebumen, Wangon, Majenang, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Malangbong, Cicalengka dan Bandung. Berhenti dua kali untuk makan di wilayah Jogjakarta dan Ciamis . Sekitar jam delapan malam lebih akhirnya aku sampai juga di Bandung. Setelah menyelesaikan urusan akhirnya aku memutuskan untuk menuju Salabintana diwilayah Sukabumi sebagai pengobat dendam karena ngga jadi ke Dieng… Jam sebelas dah sampe di Salabintana dan menginap disana.

Siangnya setelah bangun tidur aku ngecek keadaan eltoro, tampak ada bagian yang patah karena menghajar banyak lubang di jalur yang semalam aku lewati. Yang patah merupakan penyangga dari HR4nya, entah karena beban yang banyak dan mulai kapan patahnya aku juga ngga tahu.

Bermalas malasan di penginapan sampe siang, setelah itu rolling santai (mengingat penyangga HR4 dah patah) memasuki wilayah pondok halimun.

Akhirnya sekitar jam 3 an sore aku menyusuri kembali arah pulang melalui Cianjur dan Puncak…
Sebelum sampe rumah cuci motor dulu ditempat pencucian di wilayah Cianjur…

Berlanjut fase kedua yaa, saat akhirnya bisa ke Dieng….
Yang sabar….

cerita kedua:: adalah::
cerita dimana:: judulnya musibah membawa berkah to bijielite:::: setelah rooling bareng cadas dia lewat pemda cibinog::
“”biji elite di sengol biker alay”” cewe ……..cantik………masuk RSUD……….plus boncenger juga cewe juga
eh nanti ajah deh ceritanya ….. udah malem>>>>
met boobo

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *