RR Njup – Pangandaran Batu Hiu

Pangandaran – Batu Hiu – Green Canyon – Batu Karas
PART 1

Waktu dan tempat yang telah disetujui, berkumpul di McD Lodaya Bogor. Sabtu siang yang terik terasa saat ku keluarkan motor dari rumah. Packing kusiapkan sejak pagi dibantu oleh istri dan cek motor (rantai, ban, persiapan tali gas, tali kopling dan beberapa tools). Tak lupa berpamitan dengan anak istri saat akan berangkat, cipika-cipiki lalu bersiap. Waktu menunjukkan tepat jam 1100, ku stel trip meter 0 km dari rumah. Rencana jalur yang akan dilewati yaitu Bekasi – Cileungsi – Gunung Putri – Cibinong lalu Bogor. Keberangkatan jam 1100 siang menurutku cukup, untuk tiba di Bogor jam 1300. Sesuai persetujuan dimana kumpul di Bogor pukul 1330.

Terik sekali siang itu, tapi kulihat dari kejauhan kepulan awan hitam sekitaran Bogor. Sangatlah macet Bekasi kala itu mulai dari Kalimalang, Jati Asih dan Cileungsi. Sudah panas, tambah pula macet, lengkap sudah. Setelah melewati Cileungsi menuju Gunung Putri, jalan sangatlah lengang. Kupacu hingga 80 kpj saja, males untuk kebut2an, keep safety aja.. Tiba di Bogor pukul 1335, ku parkir sinenen tapi tak kulihat motor pulsar lainnya, dalam hati bertanya, apa aku ditinggal yah?? Yoweslah, sing penting wes tiba nang kene.. Pergi kewarung beli rokok 3 bungkus buat persiapan disana. Gak lama kemudian terliat sosok besar dengan kulit putih dengan mata rada sipit.. yak itulah Rno si-suhu Gatel..

Masuklah kita berdua untuk cari tempat di McD ini, tempat ini sangat ramai, dipenuhi mayoritas oleh para abege-abege.. dapat tempat rno pesan makan, ku baker sebatang rokok untuk penghilang rasa cape, selang 10 menit tiba si Suhu Pijit (Suhu Encis). Baru tiba, ternyata suhu gatel sama suhu pijit mendapat sms dari XO katanya baru akan tiba pukul 1500, gapapa yang penting sudah konfirmasi untuk ikut.. Tiba-tiba datang pulsar hitam, yak dialah Proleevo aka Faiiis.. Sembari menunggu XO dan boncenger kita ngobrol ngalor-ngidul, pukul 1600 datanglah XO, dengan pulsar silver, box maxia dan business case plus knalpot tigi bobokan.. mantaaaap..

Disetujui pukul 1630 bersiap untuk berangkat menuju cek point selanjutnya yaitu di Bandung (rumah Kang_Oma) yang kebetulan kang oma juga ikut meluncur.. Perjalanan melalui puncak sangatlah padat selepas Ciawi, sempat stack gak bisa jalan.. yowes dinikmati aja. Menuju Bandung sepanjang jalan Puncak – Cipanas – Cianjur dan Padalarang hujan terus berjatuhan. Saat melintas di kota bunga cipanas ada dua sosok priderian yang entah menuju kemana, yak spertinya kukenal. Dialah Om Roy yang sempat mengagetkan kakiku saat ku santai menaruh kaki di Engine Guard, satu lagi nampaknya si Rhuday.. Mao kemana tuh bocah beduaan, ujan-ujan saat malem mingguan.. jadi curiga..

Sesampai perbatasan Padalarag dan Cimahi, kita merapat ke Indomaret. Ku telpon kang oma, ternyata dia sudah di Buah Batu, Bandung. Meluncurlah kita lagi, untung saja jalan di bandung tidaklah terlalu padat, mungkin sesaat sebelumnya hujan mengguyur, yang membuat para abege-abege mbandung malas untuk keluar. Malem minggu melintas Bandung mengingatkanku pada masa-masa kuliah dulu.. lho kok malah ngelantur yak..

Lanjutlaah, pertemuan dengan kang oma di pom bensin Buah Batu dan digiring ke rumahnya. Tiba di rumah kang oma pukul 2100. Istirahat sembari makan malam dengan menu ikan salmon, sayur lodeh, kerupuk dan nasi. Itu semua buatan istri tercinta kang oma. Sungguh sangat nikmat apalagi ditambah kondisi kita yang kedinginan, lapar dan lelah. Beberapa rokok kuhisap dan sesuai pembicaraan kita ngaspal lagi pukul 2230.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *